:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Tampilkan postingan dengan label RAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RAM. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Maret 2011

Jumlah Memory Yang Ideal Untuk Komputer ( PC )

Ini termasuk pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Terlalu banyak variabel yang akan mempengaruhi kalkulasi untuk jumlah memory terinstal yang ideal pada sebuah sistem. Apa saja yang mempengaruhinya?
 
Untuk PC
 
Khusus untuk bagian ini akan membahas perhitungan untuk PC. Baik desktop atau notebook. Dapat diaplikasikan untuk di lingkungan kerja, maupun penguna PC di rumah.
 
Beberapa dari pengguna PC kemungkinan besar pernah mengalaminya sendiri. Bekerja pada sebuah sistem PC dengan jumlah memory yang kurang. Animasi jam pasir pada Windows, harddisk yang terdengar sedang bekerja keras dalam kurun waktu yang lama, adalah beberapa contoh sistem keku- rangan RAM.
 
Menghitung kebutuhan memory PC
 
Tanda-tanda di atas, bisa dikatakan tanda mutlak jika sistem Anda sangat membutuhkan RAM tambahan. Sedangkan untuk menentukan jumlah RAM yang ideal, akan tergantung pada komponen yang dimiliki pada PC, jenis software aplikasi yang akan digunakan.
 
Namun untuk gambaran kasar, beberapa panduan berikut dapat dimanfaatkan untuk menentukan jumlah memory yang ideal. Aplikasi seperti word processing, spreadsheet, pdf reader, akan mengunakan memory masing-masing tidak kurang dari 20 MB. Sebuah aplikasi browser dengan fasilitas tab browser juga dapat menduduki memory sebesar sampai 50 MB. Dan operating system, katakanlah Windows XP Professional Edition akan membutuhkan kurang lebih 100 MB.
 
Jadi, meskipun minimum system requirement dari Windows XP hanya 128 MB, itu hanya berlaku untuk kebutuhan menjalankan operating system. Dengan daftar aplikasi seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, ada baiknya sistem terpasang memory tidak kurang dari 256 MB.
 
Untuk kebutuhan menjalankan game pada PC akan lebih variatif lagi. Namun kami sangat menyarankan, untuk Anda penggemar game-game 3D terbaru. Sebaiknya sistem terinstalasi dengan RAM tidak kurang dari 512 MB. Untuk sementara sebagian besar merasakan peningkatan performa PC dengan jumlah RAM 1 GB.
 
Dengan kecenderungan dari developer operating system, software aplikasi, ataupun game untuk terus meningkatkan kemampuan produknya. Ini juga berarti akan membutuhkan jumlah RAM yang juga lebih besar. Tidak ada salahnya untuk mengantisipasi hal ini, dengan menambahkan jumlah RAM yang terinstalasi.
 
Perhatikan pada kolom commit, jika lebih besar dari jumlah RAM (Physical Memory), berarti memory kurang.
 
Untuk server
 
Tidak banyak yang mempedulikan jumlah RAM yang terinstal pada server. Namun, ini juga akan mempengaruhi kerja server melayani komputer client yang tergabung di dalam satu jaringan. Maka, sama pentingnya dengan PC, perlu dipastikan server terinstalasi dengan jumlah memory yang memadai.
 
Operating system yang digunakan pada server, juga berpengaruh seperti juga pada PC. Selain itu, variabel kalkulasi kebutuhan memory server akan berbeda jauh dengan PC.
 
Menghitung kebutuhan memory server Fungsi utama server perlu diperhatikan. Apakah sebagai server aplikasi, komunikasi, remote access, e-mail, web, file, multimedia, database, atau sekadar print server. Kebutuhan memory untuk server file, multimedia akan lebih kecil dibanding untuk server database. Untuk print server, perlu diperhatikan jenis dan beban kebutuhan mencetak.
 
Jumlah client dan user yang terhubung juga tentu saja merupakan faktor yang penting. Perlu diperhatikan jumlah maksimal kemungkinan server akan terhubung dengan client.
 
Jumlah CPU yang digunakan pada server juga akan berpengaruh. Makin banyak jumlah CPU (multiprocessor) instruksi dan data yang dapat diproses akan lebih banyak. Untuk mengoptimalkan multiprocessor akan dibutuhkan lebih banyak RAM, dibanding server dengan single CPU.
Sesuaikan dengan kebutuhan response time dari server. Tidak semua server membutuhkan response time yang sangat cepat. Tentunya akan berbeda response time yang diharapkan antara web atau e-commerce server dibanding sekedar e-mail atau print server.
 
Tanda-tanda server kekurangan memory, tentu saja akan berbeda dengan gejala pada PC. Bisa dijadikan indikator adalah semua kegiatan yang terhubung dan tergabung dengan jaringan. Seperti email, membuka ataupun menyimpan file data yang berada pada server, printer yang ter-haring, ataupun jika ada aplikasi yang di-share pada jaringan. Jika semuanya secara serentak mengalami perlambatan yang signifikan, salah satu penyebabnya bisa disebabkan karena kekurangan jumlah memory yang terinstalasi pada server.
 
Jika pada PC, penggunanya dapat dengan mudah memonitor penggunaan memory. Seperti pada operating system Windows, melalui task manager. Cara yang sama juga dapat dimanfaatkan untuk memantau penggunaan memory pada server. Banyak tersedia utility untuk memantau CPU, memory dan utilitas harddisk. Perhatikan pada titik maksimum (peak) penggunaan memory. Juga disk utilization yang meningkat drastis, merupakan indikator server mulai terpaksa memanfaatkan paging file pada harddisk.
http://www.hi-techmall.org/umum/node/9434

Senin, 14 Februari 2011

Sejarah Perkembangan RAM

RAM
 
RAM yang merupakan singkatan dari Random Access Memory ditemukan oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar – besaran oleh Intel pada tahun 1968, jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981. Dari sini lah perkembangan RAM bermula. Pada awal diciptakannya, RAM membutuhkan tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77MHz, dengan waktu akses memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik).
 
DRAM
 
Pada tahun 1970, IBM menciptakan sebuah memori yang dinamakan DRAM. DRAM sendiri merupakan singkatan dari Dynamic Random Access Memory. Dinamakan Dynamic karena jenis memori ini pada setiap interval waktu tertentu, selalu memperbarui keabsahan informasi atau isinya. DRAM mempunyai frekuensi kerja yang bervariasi, yaitu antara 4,77MHz hingga 40MHz.
 
 
 
FPRAM
 
Fast Page Mode DRAM atau disingkat dengan FPM DRAM ditemukan sekitar tahun 1987. Sejak pertama kali diluncurkan, memori jenis ini langsung mendominasi pemasaran memori, dan orang sering kali menyebut memori jenis ini “DRAM” saja, tanpa menyebut nama FPM. Memori jenis ini bekerja layaknya sebuah indeks atau daftar isi. Arti Page itu sendiri merupakan bagian dari memori yang terdapat pada sebuah row address. Ketika sistem membutuhkan isi suatu alamat memori, FPM tinggal mengambil informasi mengenainya berdasarkan indeks yang telah dimiliki. FPM memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan access time sekitar 50ns. Selain itu FPM mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per detiknya.
 
Memori FPM ini mulai banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 286, 386 serta sedikit 486.
 
 
EDORAM
 
Pada tahun 1995, diciptakanlah memori jenis Extended Data Output Dynamic Random Access Memory (EDO DRAM) yang merupakan penyempurnaan dari FPM. Memori EDO dapat mempersingkat read cycle-nya sehingga dapat meningkatkan kinerjanya sekitar 20 persen. EDO mempunyai access time yang cukup bervariasi, yaitu sekitar 70ns hingga 50ns dan bekerja pada frekuensi 33MHz hingga 75MHz. Walaupun EDO merupakan penyempurnaan dari FPM, namun keduanya tidak dapat dipasang secara bersamaan, karena adanya perbedaan kemampuan.
 
Memori EDO DRAM banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 486 dan kompatibelnya serta Pentium generasi awal.
 
 
SDRAM PC66
 
Pada peralihan tahun 1996 – 1997, Kingston menciptakan sebuah modul memori dimana dapat bekerja pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama / sinkron dengan frekuensi yang bekerja pada prosessor. Itulah sebabnya mengapa Kingston menamakan memori jenis ini sebagai Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM). SDRAM ini kemudian lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66MHz. Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang membutuhkan tegangan kerja yang lumayan tinggi, SDRAM hanya membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns.
 
Dengan kemampuannya yang terbaik saat itu dan telah diproduksi secara masal, bukan hanya oleh Kingston saja, maka dengan cepat memori PC66 ini menjadi standar memori saat itu. Sistem berbasis prosessor Soket 7 seperti Intel Pentium klasik (P75 – P266MMX) maupun kompatibelnya dari AMD, WinChip, IDT, dan sebagainya dapat bekerja sangat cepat dengan menggunakan memori PC66 ini. Bahkan Intel Celeron II generasi awal pun masih menggunakan sistem memori SDRAM PC66.
 
 
SDRAM PC100
 
Selang kurun waktu setahun setelah PC66 diproduksi dan digunakan secara masal, Intel membuat standar baru jenis memori yang merupakan pengembangan dari memori PC66. Standar baru ini diciptakan oleh Intel untuk mengimbangi sistem chipset i440BX dengan sistem Slot 1 yang juga diciptakan Intel. Chipset ini didesain untuk dapat bekerja pada frekuensi bus sebesar 100MHz. Chipset ini sekaligus dikembangkan oleh Intel untuk dipasangkan dengan prosessor terbaru Intel Pentium II yang bekerja pada bus 100MHz. Karena bus sistem bekerja pada frekuensi 100MHz sementara Intel tetap menginginkan untuk menggunakan sistem memori SDRAM, maka dikembangkanlah memori SDRAM yang dapat bekerja pada frekuensi bus 100MHz. Seperti pendahulunya PC66, memori SDRAM ini kemudian dikenal dengan sebutan PC100.
 
Dengan menggunakan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC100 mempunyai access time sebesar 8ns, lebih singkat dari PC66. Selain itu memori PC100 mampu mengalirkan data sebesar 800MB per detiknya.
 
Hampir sama dengan pendahulunya, memori PC100 telah membawa perubahan dalam sistem komputer. Tidak hanya prosessor berbasis Slot 1 saja yang menggunakan memori PC100, sistem berbasis Soket 7 pun diperbarui untuk dapat menggunakan memori PC100. Maka muncullah apa yang disebut dengan sistem Super Soket 7. Contoh prosessor yang menggunakan soket Super7 adalah AMD K6-2, Intel Pentium II generasi akhir, dan Intel Pentium II generasi awal dan Intel Celeron II generasi awal.
 
 
DRDRAM
 
Pada tahun 1999, Rambus menciptakan sebuah sistem memori dengan arsitektur baru dan revolusioner, berbeda sama sekali dengan arsitektur memori SDRAM.Oleh Rambus, memori ini dinamakan Direct Rambus Dynamic Random Access Memory. Dengan hanya menggunakan tegangan sebesar 2,5 volt, RDRAM yang bekerja pada sistem bus 800MHz melalui sistem bus yang disebut dengan Direct Rambus Channel, mampu mengalirkan data sebesar 1,6GB per detiknya! (1GB = 1000MHz). Sayangnya kecanggihan DRDRAM tidak dapat dimanfaatkan oleh sistem chipset dan prosessor pada kala itu sehingga memori ini kurang mendapat dukungan dari berbagai pihak. Satu lagi yang membuat memori ini kurang diminati adalah karena harganya yang sangat mahal.
 
 
RDRAM PC800
 
Masih dalam tahun yang sama, Rambus juga mengembangkan sebuah jenis memori lainnya dengan kemampuan yang sama dengan DRDRAM. Perbedaannya hanya terletak pada tegangan kerja yang dibutuhkan. Jika DRDRAM membutuhkan tegangan sebesar 2,5 volt, maka RDRAM PC800 bekerja pada tegangan 3,3 volt. Nasib memori RDRAM ini hampir sama dengan DRDRAM, kurang diminati, jika tidak dimanfaatkan oleh Intel.
 
Intel yang telah berhasil menciptakan sebuah prosessor berkecepatan sangat tinggi membutuhkan sebuah sistem memori yang mampu mengimbanginya dan bekerja sama dengan baik. Memori jenis SDRAM sudah tidak sepadan lagi. Intel membutuhkan yang lebih dari itu. Dengan dipasangkannya Intel Pentium4, nama RDRAM melambung tinggi, dan semakin lama harganya semakin turun.
 
 
 
SDRAM PC133
 
Selain dikembangkannya memori RDRAM PC800 pada tahun 1999, memori SDRAM belumlah ditinggalkan begitu saja, bahkan oleh Viking, malah semakin ditingkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133 ini bekerja pada bus berfrekuensi 133MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,06GB per detiknya. Walaupun PC133 dikembangkan untuk bekerja pada frekuensi bus 133MHz, namun memori ini juga mampu berjalan pada frekuensi bus 100MHz walaupun tidak sebaik kemampuan yang dimiliki oleh PC100 pada frekuensi tersebut.
 
 
SDRAM PC150
 
Perkembangan memori SDRAM semakin menjadi – jadi setelah Mushkin, pada tahun 2000 berhasil mengembangkan chip memori yang mampu bekerja pada frekuensi bus 150MHz, walaupun sebenarnya belum ada standar resmi mengenai frekunsi bus sistem atau chipset sebesar ini. Masih dengan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,28GB per detiknya.
 
Memori ini sengaja diciptakan untuk keperluan overclocker, namun pengguna aplikasi game dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, serta komputer server dapat mengambil keuntungan dengan adanya memori PC150.
 
 
 
DDR SDRAM
 
Masih di tahun 2000, Crucial berhasil mengembangkan kemampuan memori SDRAM menjadi dua kali lipat. Jika pada SDRAM biasa hanya mampu menjalankan instruksi sekali setiap satu clock cycle frekuensi bus, maka DDR SDRAM mampu menjalankan dua instruksi dalam waktu yang sama. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan secara penuh satu gelombang frekuensi. Jika pada SDRAM biasa hanya melakukan instruksi pada gelombang positif saja, maka DDR SDRAM menjalankan instruksi baik pada gelombang positif maupun gelombang negatif. Oleh karena dari itu memori ini dinamakan DDR SDRAM yang merupakan kependekan dari Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory.
 
Dengan memori DDR SDRAM, sistem bus dengan frekuensi sebesar 100 – 133 MHz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200 – 266 MHz. DDR SDRAM pertama kali digunakan pada kartu grafis AGP berkecepatan ultra. Sedangkan penggunaan pada prosessor, AMD ThunderBird lah yang pertama kali memanfaatkannya.
 
DDR RAM
 
Pada 1999 dua perusahaan besar microprocessor INTEL dan AMD bersaing ketat dalam meningkatkan kecepatan clock pada CPU. Namun menemui hambatan, karena ketika meningkatkan memory bus ke 133 Mhz kebutuhan Memory (RAM) akan lebih besar. Dan untuk menyelesaikan masalah ini maka dibuatlah DDR RAM (double data rate transfer) yang awalnya dipakai pada kartu grafis, karena sekarang anda bisa menggunakan hanya 32 MB untuk mendapatkan kemampuan 64 MB. AMD adalah perusahaan pertama yang menggunakan DDR RAM pada motherboardnya.
 
 
DDR2 RAM
 
Ketika memori jenis DDR (Double Data Rate) dirasakan mulai melambat dengan semakin cepatnya kinerja prosesor dan prosesor grafik, kehadiran memori DDR2 merupakan kemajuan logis dalam teknologi memori mengacu pada penambahan kecepatan serta antisipasi semakin lebarnya jalur akses segitiga prosesor, memori, dan antarmuka grafik (graphic card) yang hadir dengan kecepatan komputasi yang berlipat ganda.
 
Perbedaan pokok antara DDR dan DDR2 adalah pada kecepatan data serta peningkatan latency mencapai dua kali lipat. Perubahan ini memang dimaksudkan untuk menghasilkan kecepatan secara maksimum dalam sebuah lingkungan komputasi yang semakin cepat, baik di sisi prosesor maupun grafik.
 
Selain itu, kebutuhan voltase DDR2 juga menurun. Kalau pada DDR kebutuhan voltase tercatat 2,5 Volt, pada DDR2 kebutuhan ini hanya mencapai 1,8 Volt. Artinya, kemajuan teknologi pada DDR2 ini membutuhkan tenaga listrik yang lebih sedikit untuk menulis dan membaca pada memori.
 
Teknologi DDR2 sendiri lebih dulu digunakan pada beberapa perangkat antarmuka grafik, dan baru pada akhirnya diperkenalkan penggunaannya pada teknologi RAM. Dan teknologi DDR2 ini tidak kompatibel dengan memori DDR sehingga penggunaannya pun hanya bisa dilakukan pada komputer yang memang mendukung DDR2.
 
 
DDR3 RAM
 
RAM DDR3 ini memiliki kebutuhan daya yang berkurang sekitar 16% dibandingkan dengan DDR2. Hal tersebut disebabkan karena DDR3 sudah menggunakan teknologi 90 nm sehingga konsusmsi daya yang diperlukan hanya 1.5v, lebih sedikit jika dibandingkan dengan DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Secara teori, kecepatan yang dimiliki oleh RAM ini memang cukup memukau. Ia mampu mentransfer data dengan clock efektif sebesar 800-1600 MHz. Pada clock 400-800 MHz, jauh lebih tinggi dibandingkan DDR2 sebesar 400-1066 MHz (200- 533 MHz) dan DDR sebesar 200-600 MHz (100-300 MHz). Prototipe dari DDR3 yang memiliki 240 pin. Ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak lama pada awal tahun 2005. Namun, produknya sendiri benar-benar muncul pada pertengahan tahun 2007 bersamaan dengan motherboard yang menggunakan chipset Intel P35 Bearlake dan pada motherboard tersebut sudah mendukung slot DIMM
  
http://www.hi-techmall.org/umum/node/9077